
Jambi – Pemerintah Kota Jambi terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan melalui sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berbasis masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menutup dan membongkar sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di pinggir jalan guna mendukung pelaksanaan Program Kampung Bahagia yang mengedepankan lingkungan bersih, sehat, dan aman.
Kegiatan penutupan dan pembongkaran TPS dilaksanakan di Jalan M. Yamin RT 13, RT 14, RT 15 dan RT 37, Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Minggu (07/06/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Jelutung Alamsyah Powa, SE, Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi Purnomo, SE, Sekcam Jelutung Lutfi Adrian, S.Kom, Kasi Trantib Kecamatan Jelutung Yusri, SE, Lurah Payo Lebar Hamdani, SH, Babinsa Kelurahan Payo Lebar Koramil 415-10/Jambi Selatan Kodim 0415/Jambi Sertu Sukatni, Bhabinkamtibmas Kelurahan Payo Lebar Aiptu Birul, Ketua Forum RT se-Kecamatan Jelutung, Ketua RT se-Kelurahan Payo Lebar, serta masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Camat Jelutung Alamsyah Powa menjelaskan bahwa penutupan TPS merupakan bagian dari implementasi Program Kampung Bahagia yang digagas Pemerintah Kota Jambi dengan fokus pada aspek kebersihan dan keamanan lingkungan.
“Penutupan TPS ini adalah salah satu bentuk pelaksanaan Program Kampung Bahagia. Lingkungan yang bersih akan menciptakan masyarakat yang sehat dan nyaman. Sebaliknya, jika lingkungan tidak terjaga kebersihannya, berbagai masalah kesehatan dapat muncul,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, sambutan Camat Jelutung, arahan dari Kabid Persampahan DLH Kota Jambi, dilanjutkan dengan simbolis pembongkaran TPS dan pelepasan operator bentor sebagai armada pengangkut sampah berbasis masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Sertu Sukatni menegaskan bahwa TNI melalui Babinsa siap mendukung penuh seluruh program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk program pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).
“Kami berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Sistem OPBM menjadi solusi yang efektif karena sampah dijemput langsung dari rumah warga untuk kemudian dibawa ke depo transfer dan dikelola lebih lanjut,” jelasnya.
Menurutnya, perubahan pola pengelolaan sampah harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat agar hasilnya dapat dirasakan secara maksimal. Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi faktor penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman.
“Setiap kita adalah pejuang kebersihan. Sampah yang kita hasilkan merupakan tanggung jawab bersama. Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan berkembangnya kawasan pemukiman, TPS konvensional tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus meningkat. Karena itu, perubahan sistem pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tegas Sertu Sukatni.
Melalui penerapan sistem OPBM dan dukungan penuh seluruh elemen masyarakat, diharapkan Program Kampung Bahagia dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, aman, dan nyaman sehingga kualitas hidup masyarakat Kota Jambi semakin meningkat

