
Ma Bulian, Jambi – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan, meski di beberapa tempat sudah turun hujan dengan intensitas tinggi. Namun upanya antisipatif karhutla terus digencarkan oleh aparat teritorial di wilayah Kabupaten Batang Hari, meski Pada Kamis (04/12/2025), Babinsa Koramil 415-04/Muara Bulian, Kodim 0415/Jambi, Sertu Suhaili, melaksanakan sosialisasi dan himbauan langsung kepada warga Kelurahan Pasar Baru terkait bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Kegiatan ini dilakukan di salah satu lahan perkebunan milik warga.
Dalam kesempatan tersebut, Sertu Suhaili menegaskan bahwa kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membawa dampak buruk bagi lingkungan. Asap hasil pembakaran dapat menimbulkan polusi udara, merusak ekosistem, dan meningkatkan risiko kebakaran meluas yang sulit dikendalikan.
“Pembukaan lahan dengan cara membakar sangat berbahaya. Selain merusak lingkungan, aktivitas itu juga sering memicu karhutla yang berdampak luas terhadap kesehatan dan ekonomi masyarakat,” tegas Sertu Suhaili kepada warga.
Selain memberikan himbauan, Babinsa juga memberikan edukasi mengenai bahaya karhutla serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan oleh petani. Ia mendorong warga untuk beralih ke metode pembukaan lahan yang lebih aman dan ramah lingkungan, seperti penggunaan alat pertanian atau mesin pengolah lahan tanpa api.
Warga Pasar Baru terlihat antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Mereka juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan seputar lingkungan dan praktik pertanian yang aman. Dialog ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi agar masyarakat semakin sadar akan bahaya karhutla.
Sertu Suhaili mengajak seluruh warga untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan serta bekerja sama dengan aparat terkait demi terciptanya wilayah yang aman, bersih, dan bebas dari ancaman kebakaran. Upaya pencegahan ini diharapkan dapat terus berlanjut, sehingga kesadaran masyarakat semakin meningkat dan risiko karhutla dapat ditekan secara signifikan.

