*Dukung Program Kampung Bahagia, Babinsa Kawal Penutupan dan Pembongkaran TPS di Tambak Sari.*
Jambi – Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota Jambi dalam mempercepat penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Babinsa Koramil 415-10/Jambi Selatan Kodim 0415/Jambi, Serka Ujang S, mengawal kegiatan penutupan dan pembongkaran tempat pembuangan sampah (TPS) di Jalan Jenderal Sudirman RT 16, Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Senin (2/11/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Jambi Selatan Drs. Darmawansyah, Sekretaris Camat Jambi Selatan Feri Irawan, S.STP., Lurah Tambak Sari Frendy Wiranata, S.STP., staf kecamatan dan kelurahan, serta seluruh Ketua RT se-Kelurahan Tambak Sari.
Dalam kesempatan itu, Camat Jambi Selatan Drs. Darmawansyah menyampaikan bahwa penutupan dan pembongkaran TPS merupakan bagian dari pelaksanaan program Kampung Bahagia, khususnya pada aspek Bersih dan Aman. Menurutnya, kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama karena kondisi lingkungan yang tidak terjaga dapat menimbulkan berbagai dampak, termasuk risiko munculnya penyakit.
“Penutupan dan pembongkaran TPS ini adalah wujud pelaksanaan program Kampung Bahagia, dengan fokus di bagian Bersih dan Aman. Kalau wilayah ini tidak bersih, banyak hal yang akan ditimbulkan, salah satunya penyakit,” ujar Darmawansyah.
Sementara itu, Serka Ujang S menyampaikan bahwa TNI berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui penerapan sistem Optimalisasi Pengelolaan dan Pengangkutan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) serta Gerakan Kota Jambi Bersih.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Jambi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran terkait mengerahkan armada bentor melalui program Kampung Bahagia untuk mengangkut sampah secara langsung dari rumah ke rumah. Sampah yang telah dikumpulkan selanjutnya dibawa ke depo transfer untuk proses pengelolaan lebih lanjut.
“Dengan sistem OPBM, sampah akan dijemput dari rumah ke rumah dan ditransfer ke depo sampah,” ujar Serka Ujang.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, perubahan sistem pengelolaan sampah perlu didukung oleh partisipasi seluruh warga, terutama dalam membiasakan pengelolaan sampah dari rumah masing-masing.
“Setiap kita adalah pejuang kebersihan. Sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita bersama. Dulu TPS masih bisa menampung sampah, namun seiring perkembangan permukiman dan jumlah penduduk, TPS yang ada tidak lagi mampu menampungnya. Maka perlu perubahan konsep dan harus dilakukan secara menyeluruh,” tegas Babinsa.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah secara tertib dan bertanggung jawab. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, perangkat kelurahan, para ketua RT, dan warga menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman serta mendukung keberhasilan program Kampung Bahagia.





