*Musim Kemarau, Babinsa Sebapo Edukasi Warga Desa Pelempang Cegah Kebakaran.*
Muaro Jambi – Memasuki musim kemarau dengan kondisi cuaca yang semakin panas dan kering, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) maupun kebakaran di lingkungan permukiman perlu diwaspadai. Kondisi lahan yang kering dapat membuat api dengan cepat menjalar apabila tidak segera dicegah dan ditangani.
Sebagai langkah antisipasi, Babinsa Koramil 415-13/Sebapo, Kodim 0415/Jambi, Serka Munarrosid, turun langsung ke tengah masyarakat untuk melaksanakan sosialisasi pencegahan kebakaran bersama warga binaan di Desa Pelempang RT 05, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Babinsa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran sekaligus menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan lingkungan desa.
Kedatangan Serka Munarrosid disambut baik oleh warga, tokoh masyarakat, serta pengurus lingkungan setempat. Bersama masyarakat, Babinsa meninjau kondisi lingkungan, lahan kosong, serta area di sekitar pinggir hutan yang dinilai rawan terbakar karena kondisi vegetasi yang kering.
Di lokasi tersebut juga ditemukan sejumlah bekas lahan yang pernah terbakar. Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa api dapat dengan cepat merambat ketika kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering.
Dalam dialog bersama warga, Serka Munarrosid menyampaikan sejumlah imbauan penting terkait pencegahan kebakaran.
“Di musim kemarau yang sangat kering ini, sekecil apa pun sumber api dapat memicu kebakaran. Puntung rokok yang dibuang sembarangan, pembakaran sampah, maupun pembakaran sisa kebun bisa menimbulkan kebakaran yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” tegas Serka Munarrosid.
Babinsa juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga dianjurkan melakukan pembersihan lahan secara manual atau mengolah sisa tanaman dan rumput menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah.
Selain itu, masyarakat diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan saling mengawasi dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api yang mencurigakan. Warga juga diimbau menyiapkan peralatan sederhana seperti ember berisi air untuk melakukan pemadaman awal apabila menemukan sumber api yang masih kecil dan aman untuk ditangani.
“Pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab kita bersama. Jangan menunggu api membesar, apabila melihat adanya titik api segera laporkan kepada aparat terkait agar dapat ditangani secepat mungkin,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Babinsa dengan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Serka Munarrosid juga mendengarkan berbagai keluhan dan pertanyaan warga terkait kondisi lingkungan serta memberikan solusi dan langkah-langkah praktis dalam mencegah kebakaran.
Menurutnya, sinergi antara aparat pemerintah, Babinsa, tokoh masyarakat, dan seluruh warga sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kebakaran, khususnya selama musim kemarau.
Warga Desa Pelempang menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi langkah Babinsa yang turun langsung memberikan edukasi serta peringatan dini mengenai bahaya kebakaran.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat semakin meningkat. Dengan kewaspadaan dan kerja sama seluruh pihak, potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini sehingga lingkungan Desa Pelempang tetap aman, nyaman, dan terjaga selama musim kemarau.


