*Gerak Cepat Cegah Karhutla, Babinsa Sebapo Bersama Warga Padamkan Api di Tanjung Pauh.*
Muaro Jambi – Musim kemarau dengan kondisi cuaca yang panas dan kering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai wilayah. Kondisi tersebut perlu diantisipasi bersama karena kebakaran lahan tidak hanya dapat menimbulkan kerugian materi, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan, lingkungan, aktivitas masyarakat, hingga perekonomian.
Kondisi tersebut terjadi di Desa Tanjung Pauh 32 KM 34, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Saat mengetahui adanya kebakaran yang melanda lahan perkebunan di wilayah binaannya, Babinsa Koramil 415-13/Sebapo, Serma Deswarman, bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan bersama warga dan pihak terkait, Minggu (23/8/2026).
Setibanya di lokasi, terlihat sejumlah bagian lahan dan tanaman kelapa sawit telah terbakar. Asap tebal masih mengepul dari beberapa titik, sementara kondisi lahan yang kering dan cuaca panas berpotensi membuat api semakin cepat meluas.
Melihat kondisi tersebut, Serma Deswarman langsung mengambil langkah dengan mengatur posisi personel dan membagi tugas bersama warga. Upaya tersebut dilakukan agar proses pemadaman dapat berjalan secara efektif sekaligus mencegah api merambat ke area perkebunan lainnya maupun mendekati permukiman warga.
Babinsa bersama masyarakat kemudian melakukan pemadaman secara langsung. Serma Deswarman turut memegang selang dan mengarahkan semprotan air ke sejumlah titik api yang masih menyala. Warga juga membantu mengoperasikan selang serta membersihkan bagian sekitar lokasi yang berpotensi menjadi jalur perambatan api.
Kondisi medan dan material kering di sekitar lokasi sempat menjadi kendala dalam proses pemadaman. Namun, dengan kerja sama dan kesigapan seluruh pihak, api secara bertahap berhasil dikendalikan.
“Yang paling utama adalah mencegah api meluas dan memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat menimbulkan kebakaran susulan. Karena kondisi lahan cukup kering, setelah api padam tetap harus dilakukan pengecekan dan pemantauan,” ujar Serma Deswarman.
Setelah api berhasil dipadamkan, Serma Deswarman bersama warga tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemeriksaan dilakukan di sekitar lahan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang masih berpotensi menyala kembali.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta tidak membuang benda yang dapat memicu kebakaran secara sembarangan, termasuk puntung rokok.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Sekecil apa pun sumber api, dalam kondisi cuaca panas dan kering seperti sekarang dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran lahan sehingga dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas.
Warga Desa Tanjung Pauh mengapresiasi respons cepat Babinsa yang bersama-sama masyarakat turun langsung menangani kebakaran. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam mencegah dampak yang lebih besar serta menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat.
Penanganan Karhutla tersebut menjadi bukti pentingnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Dengan kepedulian dan kewaspadaan bersama, risiko kebakaran lahan diharapkan dapat ditekan, terutama selama musim kemarau yang masih berlangsung.
Kegiatan pemadaman dan pemantauan di lokasi berjalan dengan aman dan lancar. Api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke wilayah sekitar, sementara kondisi lokasi kembali kondusif.





