
Jambi – Pedagang UMKM, khususnya pedagang kaki lima, merupakan bagian penting dari roda perekonomian masyarakat. Mereka tidak hanya menyediakan kebutuhan harian dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Namun, keberadaan mereka di pinggir jalan sering kali menimbulkan persoalan baru jika penempatan dan pengelolaannya tidak berjalan dengan baik.
Dalam rangka membantu menjaga ketertiban wilayah, Babinsa Koramil 415-07/Pelayangan Kodim 0415/Jambi, Sertu M. Fadli, turun langsung memberikan pendampingan kepada para pedagang kecil yang berada di sepanjang kawasan BKR Putri Pinang Masak, Kelurahan Mudung Laut, Kecamatan Pelayangan, pada Selasa (2/12/2025).
Pendampingan ini bertujuan memberikan edukasi kepada pedagang agar aktivitas berdagang tidak mengganggu akses jalan umum, tetap memperhatikan keselamatan pembeli, serta menjamin kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi. Pendekatan humanis ini juga dilakukan untuk mencegah terjadinya penertiban paksa akibat dampak dari penataan yang tidak tertib.
“Keberadaan para pedagang tentu sangat membantu masyarakat. Tapi kita juga harus perhatikan aspek keamanan dan kelancaran jalan. Jangan sampai kegiatan berdagang malah membahayakan pengguna jalan lainnya,” tegas Sertu Fadli.
Melalui komunikasi yang persuasif dan dialog yang terbuka, Sertu Fadli berharap para pedagang dapat memahami pentingnya berjualan di area yang aman dan tertib tanpa mengurangi potensi usaha mereka. Ia juga menekankan bahwa kehadiran Babinsa bukan untuk membatasi mata pencaharian warga, tetapi untuk membantu menciptakan situasi yang lebih nyaman dan tertata.
Pendampingan ini juga dimaksudkan sebagai langkah preventif, agar pedagang yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum dapat segera diberi pemahaman sebelum dilakukan penertiban oleh instansi terkait.
Dengan adanya pendekatan yang harmonis ini, diharapkan para pedagang kaki lima dapat terus mengembangkan usaha mereka tanpa mengganggu mobilitas masyarakat, serta tercipta hubungan yang sinergis antara aparat, pedagang, dan warga sekitar.

