*Cegah Karhutla, Babinsa Desa Aro Bersama KMPA Intensifkan Patroli di Wilayah Rawan.*
Muara Bulian – Musim kemarau, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) perlu diantisipasi bersama. Kondisi lahan yang kering, terutama di kawasan semak belukar, dapat dengan mudah terbakar dan api berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini, Babinsa Desa Aro Koramil 415-04/Muara Bulian Kodim 0415/Jambi, Serda Abdurrohman, bersama Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA) Desa Aro melaksanakan patroli pencegahan Karhutla di wilayah Desa Aro, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Senin (14/09/2026).
Patroli gabungan tersebut menyasar sejumlah wilayah yang dinilai rawan terbakar, khususnya kawasan lahan semak belukar di sekitar RT 07 dan RT 08 Desa Aro. Babinsa bersama anggota KMPA menyisir wilayah tersebut untuk memastikan tidak terdapat titik api maupun aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.
Dalam pelaksanaan patroli, petugas turut membawa peralatan pemadaman sederhana seperti kepyok dan pompa punggung. Peralatan tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila ditemukan titik api sehingga dapat segera dilakukan penanganan sebelum api membesar dan meluas.
Serda Abdurrohman mengatakan, patroli bersama KMPA merupakan langkah preventif sekaligus bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi Karhutla, terutama pada kondisi cuaca panas dan lahan yang mudah terbakar.
“Kami bersama Kelompok Masyarakat Peduli Api terus melaksanakan patroli secara rutin. Tujuannya agar apabila ditemukan titik api dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas. Kami juga mengimbau warga yang beraktivitas di ladang agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar,” ujar Serda Abdurrohman.
Selain melakukan pemantauan, Babinsa dan KMPA juga memberikan sosialisasi kepada warga yang ditemui saat beraktivitas di kebun. Masyarakat diingatkan mengenai bahaya pembakaran lahan, dampak kabut asap terhadap kesehatan dan lingkungan, serta pentingnya menjaga lahan agar tetap aman selama musim kemarau.
Warga juga diberikan pemahaman mengenai adanya sanksi hukum bagi pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Babinsa mengajak masyarakat untuk memilih cara yang aman dan tidak menggunakan api dalam membuka atau membersihkan lahan.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Jika menemukan adanya titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada aparat desa, Babinsa atau pihak terkait agar dapat ditangani secepat mungkin,” tambahnya.
Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Api bersama Ketua RT setempat mengapresiasi keterlibatan Babinsa dalam patroli pencegahan Karhutla. Menurutnya, sinergi antara TNI dan masyarakat memberikan motivasi sekaligus meningkatkan kewaspadaan warga terhadap ancaman kebakaran.
“Dengan adanya patroli bersama Pak Babinsa, kami semakin semangat untuk menjaga lingkungan. Warga juga lebih sadar akan bahaya pembakaran lahan. Alhamdulillah, sampai saat ini wilayah Desa Aro masih aman dari Karhutla,” ungkapnya.
Kebersamaan antara Babinsa dan KMPA tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi Karhutla. Patroli secara rutin diharapkan mampu mempercepat deteksi apabila muncul titik api sekaligus mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.
Melalui sinergi antara TNI, masyarakat dan seluruh unsur terkait, diharapkan Desa Aro tetap terbebas dari Karhutla dan kabut asap. Babinsa sebagai ujung tombak TNI di wilayah akan terus mengedepankan langkah deteksi dini dan cegah dini, sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan demi terciptanya wilayah yang aman, sehat dan nyaman.







