*Babinsa Kilangan Intensifkan Patroli dan Komsos, Ajak Warga Cegah Karhutla.*
Ma Bulian, Jambi – Munculnya sejumlah hotspot dan kebakaran lahan serta kebun dalam beberapa hari terakhir di wilayah Desa Kilangan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Hingga Jumat (11/9/2026), sejumlah titik api masih terpantau sehingga upaya pemadaman dan pencegahan terus dilakukan secara bersama-sama.
Tim pemadam kebakaran dari sejumlah perusahaan perkebunan, bersama personel Damkar, perangkat desa, serta Masyarakat Peduli Api (MPA), terus berjibaku melakukan pemadaman di lokasi yang masih terdapat kebakaran. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, Babinsa Koramil 415-04/Muara Bulian kodim 0415/jambi yang bertugas di wilayah Kecamatan Muara Bulian turut mengambil langkah pencegahan dengan meningkatkan patroli desa dan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama masyarakat.
Salah satunya dilakukan Babinsa Desa Kilangan, Serma Nuradi, dengan melaksanakan patroli wilayah sekaligus mengecek sejumlah kawasan yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan dini terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Dalam patroli tersebut, Serma Nuradi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem dan disertai angin kencang. Kondisi tersebut dinilai dapat menyebabkan api dengan cepat membesar dan merambat apabila tidak segera ditangani.
“Tetap waspada, karena apabila satu titik sudah terbakar maka akan cepat menyebar dan sulit dipadamkan. Saya juga mengingatkan, apabila melihat atau mengetahui adanya kebakaran, segera laporkan agar secepat mungkin dapat kita atasi bersama,” pesan Serma Nuradi kepada warga.
Selain melakukan pemantauan wilayah, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya Karhutla. Warga diimbau tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan mudah menjalar ke area lain, terutama saat kondisi lahan kering dan angin bertiup cukup kencang.
Menurut Serma Nuradi, pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Babinsa, perangkat desa, petugas pemadam, perusahaan, serta masyarakat harus bersinergi dalam melakukan pengawasan dan segera mengambil tindakan apabila ditemukan titik api.
“Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Dengan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat, potensi kebakaran dapat diminimalisir sejak dini,” ujarnya.
Babinsa juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak polusi udara dan asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan. Selama kondisi udara masih terdampak asap Karhutla, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker sebagai langkah perlindungan diri.
Melalui patroli dan Komsos yang dilakukan secara rutin, Babinsa berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat. Dengan deteksi dini, pelaporan cepat, serta kepedulian bersama, kebakaran diharapkan dapat segera ditangani sehingga tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Babinsa dalam melaksanakan pembinaan teritorial dan hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan, kesehatan, serta kelestarian lingkungan di wilayah binaannya.



