*.*
Jambi – Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok menjadi solusi modern dan efisien dalam pengembangan sektor perikanan di tengah keterbatasan lahan. Sistem ini dikenal ramah lingkungan, hemat air, dan mampu menghasilkan panen ikan yang lebih optimal dengan kontrol kualitas yang lebih baik.
Salah satu implementasinya tampak di RT 07 Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Rabu (4/6/2025). Babinsa Kelurahan Kasang Koramil 415-11/Jambi Timur Kodim 0415/Jambi, Serda Rio Mitra Atma, bersama Lurah Novri Indra, S.P., Bhabinkamtibmas, dan Ketua RT setempat, turun langsung memantau perkembangan budidaya ikan lele bioflok yang dikelola warga melalui program CSR Pertamina.
Program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial Pertamina terhadap masyarakat sekitar, khususnya yang terdampak langsung oleh aktivitas perusahaan. Kolam-kolam bioflok bantuan CSR tersebut dikelola sepenuhnya oleh warga RT 07, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi keluarga.
Serda Rio Mitra Atma menjelaskan, “Sistem bioflok tidak memerlukan lahan luas. Kolam terpal dengan rangka bambu atau besi sudah cukup, dengan tambahan aerator untuk menjaga sirkulasi oksigen. Yang penting adalah pengaturan pakan, suhu, dan kondisi air.”
Selain sebagai bentuk inovasi pertanian perkotaan (urban farming), budidaya ini juga memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan aparat keamanan. Peran Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat kelurahan dinilai sangat penting dalam pendampingan, monitoring, dan edukasi warga agar budidaya ini berjalan optimal dan berkelanjutan.
Pihak CSR Pertamina menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif Babinsa dan perangkat wilayah. Kehadiran aparat tersebut dinilai turut memberi motivasi bagi warga dalam mengelola kolam secara bertanggung jawab.
Diharapkan, pendampingan yang berkelanjutan ini akan membawa dampak nyata bagi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi contoh sukses program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan di Kota Jambi.


