*Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Babinsa Pakuan Baru Dampingi Penutupan TPS Pinggir Jalan.*
Jambi – Dalam upaya mempercepat penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Pemerintah Kecamatan Jambi Selatan terus melakukan penataan dengan menutup dan membongkar sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di pinggir jalan.
Salah satu kegiatan tersebut dilaksanakan di RT 14, Kelurahan Pakuan Baru, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Babinsa Pakuan Baru Koramil 415-10/Jambi Selatan Kodim 0415/Jambi, Serka Antoni.
Penutupan dan pembongkaran TPS tersebut dihadiri Camat Jambi Selatan Drs. Darmawansyah, Lurah Pakuan Baru Adi Supriadi, S.H., Kasi Trantib Kelurahan Pakuan Baru, Babinsa Pakuan Baru Serka Antoni, Bhabinkamtibmas Pakuan Baru Aipda Eko S., para Ketua RT mulai dari RT 14 hingga RT 23, serta masyarakat sekitar.
Camat Jambi Selatan Drs. Darmawansyah mengatakan, penutupan dan pembongkaran TPS pinggir jalan merupakan bagian dari pelaksanaan program Kampung Bahagia, khususnya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan aman.
“Penutupan dan pembongkaran TPS ini merupakan wujud pelaksanaan program Kampung Bahagia, dengan fokus pada bagian Bersih dan Aman. Kalau wilayah ini tidak bersih, banyak hal yang dapat ditimbulkan, salah satunya penyakit,” ujar Darmawansyah.
Sementara itu, Babinsa Pakuan Baru Serka Antoni menyampaikan bahwa TNI berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pemerintah yang ditujukan bagi kepentingan masyarakat, termasuk penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat atau OPBM serta gerakan Kota Jambi Bersih.
Menurutnya, perubahan sistem pengelolaan sampah diperlukan seiring dengan perkembangan permukiman dan meningkatnya jumlah penduduk. Keberadaan TPS di pinggir jalan yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah masyarakat dinilai perlu ditata agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih teratur.
Dalam penerapannya, Pemerintah Kota Jambi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran terkait mengerahkan armada bentor melalui program Kampung Bahagia untuk mengangkut sampah secara langsung dari rumah warga. Sampah yang telah dikumpulkan selanjutnya dibawa ke depo transfer untuk dikelola lebih lanjut.
“Dengan sistem OPBM, sampah akan dijemput dari rumah ke rumah dan selanjutnya ditransfer ke depo sampah. Ini merupakan upaya bersama untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib dan lingkungan yang lebih bersih,” ujar Serka Antoni.
Ia menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Setiap warga memiliki tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan sehingga perubahan kebiasaan dalam membuang dan mengelola sampah menjadi bagian penting dari program tersebut.
“Setiap kita adalah pejuang kebersihan. Sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita bersama. Dulu TPS masih bisa menampung sampah, namun seiring perkembangan permukiman dan jumlah penduduk, TPS yang ada tidak lagi mampu menampungnya. Maka perlu perubahan konsep dan harus dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, perangkat kelurahan, Ketua RT dan masyarakat, diharapkan penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan secara optimal. Penutupan TPS pinggir jalan juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, program Kota Jambi Bersih dan Kampung Bahagia diharapkan dapat terus berkembang serta menciptakan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, aman dan nyaman bagi masyarakat.





