Jaga Lingkungan di Musim Kemarau, Babinsa Suka Makmur Ajak Warga Hemat Air dan Cegah Karhutla.
Muaro Jambi – Memasuki musim kemarau dengan kondisi cuaca yang semakin panas dan kering, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi semakin penting. Selain mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air bersih, warga juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat terjadi akibat kelalaian maupun aktivitas pembakaran.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Babinsa Koramil 415-13/Sebapo Kodim 0415/Jambi, Koptu Winarno, saat melaksanakan komunikasi sosial sekaligus memberikan sosialisasi kepada warga di wilayah Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (1/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Koptu Winarno turun langsung ke lingkungan perkebunan warga dan berdialog mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan selama musim kemarau. Ia mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak serta menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurutnya, air merupakan kebutuhan utama yang harus dijaga ketersediaannya, terutama ketika kondisi cuaca panas dan curah hujan mulai berkurang. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menggunakan air secara berlebihan dan menyimpan cadangan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Di tengah musim kemarau seperti sekarang, mari kita gunakan air secukupnya dan tidak melakukan pemborosan. Setiap tetes air sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari,” ujar Koptu Winarno.
Selain menghemat air, Babinsa juga mengingatkan warga agar tidak membakar sampah maupun sisa tanaman secara sembarangan. Kondisi lahan dan vegetasi yang kering membuat api mudah menjalar sehingga pembakaran yang awalnya dilakukan dalam skala kecil dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.
Koptu Winarno juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya di area perkebunan dan lahan yang banyak terdapat rumput atau daun kering.
“Jangan membakar sampah sembarangan dan jangan membuang puntung rokok yang masih menyala. Di musim kemarau, api sekecil apa pun dapat menjadi pemicu kebakaran yang merugikan masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.
Ia menyarankan agar sampah organik maupun sisa tanaman tidak dibakar, tetapi dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bahan kompos atau pupuk alami. Langkah tersebut dinilai lebih aman sekaligus memberikan manfaat bagi kesuburan tanah.
Sosialisasi yang dilakukan Babinsa mendapat respons positif dari warga. Masyarakat menyadari bahwa pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat maupun pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Koptu Winarno berharap kesadaran tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disampaikan kembali kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Kalau kita bersama-sama menghemat air, tidak membakar sembarangan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, kita sudah ikut mencegah terjadinya kebakaran dan menjaga lingkungan tetap aman,” pungkasnya.
Melalui kegiatan komunikasi sosial tersebut, diharapkan kepedulian masyarakat Desa Suka Makmur terhadap lingkungan semakin meningkat. Sinergi antara Babinsa, pemerintah desa dan masyarakat juga diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan karhutla sekaligus menjaga ketersediaan air dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat serta lestari.





