*Lestarikan Budaya Melayu Jambi, Babinsa Pasir Putih Hadiri Lomba Seloko Adat Berkato Berjawab.*
Jambi – Upaya melestarikan adat dan budaya lokal terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya melalui pelaksanaan Lomba Seloko Adat Berkato Berjawab se-Kelurahan Pasir Putih yang digelar di Aula Taman Wisata Dunerejo, Jalan Abdul Khatab RT 18, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Minggu malam (13/09/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Kelurahan Pasir Putih Koramil 415-10/Jambi Selatan Kodim 0415/Jambi, Kopka Fajar DP, hadir sekaligus turut mengawal jalannya kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat Melayu Jambi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Jambi Selatan Drs. Darmawansah, Owner Taman Wisata Dunerejo H. M. Sandi, para lurah se-Kecamatan Jambi Selatan, Ketua LAM Kecamatan Zainal, Ketua LPM Kelurahan Pasir Putih Arifin, Ketua Forum RT sekaligus Ketua Pelaksana Toni, Ketua LAM Kelurahan Pasir Putih Fauzi, para Ketua RT se-Kelurahan Pasir Putih, peserta lomba serta tamu undangan lainnya.
Kopka Fajar DP mengatakan, Seloko Adat merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Jambi. Seloko tidak hanya mengandung nilai seni dalam bertutur, tetapi juga sarat dengan pesan moral, etika, nasihat serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.
Menurutnya, dalam kehidupan masyarakat Melayu Jambi, Seloko Adat kerap digunakan dalam berbagai komunikasi seremonial dan prosesi adat. Salah satu penggunaannya dapat ditemukan dalam prosesi adat perkawinan Melayu Jambi, khususnya pada acara serah terima pengantin.
“Seloko adat merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Jambi yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Melalui lomba seperti ini, masyarakat tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar mengenal, memahami dan melestarikan budaya daerah,” ujar Kopka Fajar.
Ia menambahkan, Lomba Seloko Adat Berkato Berjawab yang digelar di Aula Taman Wisata Dunerejo tersebut diikuti sekitar 16 pasang peserta. Setiap tim terdiri dari dua orang yang saling berbalas seloko dengan tetap mengedepankan tata krama dan nilai-nilai adat Melayu Jambi.
Kopka Fajar menilai kegiatan tersebut memiliki nilai positif karena menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan keberadaan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Keterlibatan generasi muda juga dinilai penting agar tradisi dan nilai-nilai adat tidak terputus oleh perubahan zaman.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita berharap generasi muda semakin mengenal budaya daerahnya sendiri. Jangan sampai warisan budaya yang memiliki nilai luhur justru semakin jarang dikenal oleh generasi penerus,” katanya.
Sementara itu, Danramil 415-10/Jambi Selatan Kapten Inf Rilman mengatakan, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. Babinsa dituntut untuk selalu membangun komunikasi, mendengarkan aspirasi serta membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan positif, termasuk kegiatan pelestarian adat dan budaya.
“Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI untuk ikut menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya serta tradisi lokal. Adat dan budaya merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat, sehingga keberadaannya perlu terus dijaga bersama,” ungkap Danramil.
Menurutnya, kegiatan budaya juga menjadi sarana yang efektif untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Dengan hadir dan berinteraksi langsung bersama warga, Babinsa dapat semakin memahami karakter, budaya serta kearifan lokal yang berkembang di wilayah binaannya.
“Dengan berpartisipasi dalam kegiatan lomba Seloko Adat, Babinsa dapat lebih memahami budaya dan tradisi setempat sekaligus memperkuat hubungan emosional dengan warga. Ini merupakan salah satu cara membangun kepercayaan dan kerja sama yang baik antara TNI dan masyarakat,” tambahnya.
Danramil berharap kegiatan pelestarian adat dan budaya seperti Lomba Seloko Adat Berkato Berjawab dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak generasi muda.
Ia menegaskan bahwa Babinsa sebagai ujung tombak TNI di lapangan akan terus berupaya hadir dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat, baik dalam bidang sosial, keamanan, budaya maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya.
“Melalui kebersamaan dan komunikasi yang terus terjalin, diharapkan hubungan TNI dengan masyarakat semakin erat dan harmonis. Babinsa harus senantiasa hadir di tengah masyarakat, sehingga kemanunggalan TNI dengan rakyat dapat terus terpelihara,” pungkasnya.




