*Babinsa Thehok Dampingi Lurah Tutup TPS Pinggir Jalan, Dukung Gerakan Jambi Bersih.*
Jambi –Upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat terus dilakukan Pemerintah Kelurahan Thehok melalui penutupan dan pembongkaran sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berada di pinggir jalan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jalan Raden Wijaya RT 31, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Sabtu (5/9/2026). Penutupan TPS menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendukung program Kampung Bahagia dan gerakan Kota Jambi Bersih.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Jambi Selatan Drs. Darmawansyah, Lurah Thehok Mulyadi, SH, Kasi Trantib Jambi Selatan Endriza, Ketua Forum RT Reno, para Ketua RT 05, 26, 32, 33 dan 34, Babinsa Kelurahan Thehok Pelda Edi Sutopo serta warga masyarakat sekitar.
Camat Jambi Selatan Drs. Darmawansyah mengatakan, penutupan dan pembongkaran TPS merupakan salah satu bentuk pelaksanaan program Kampung Bahagia, khususnya dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan aman.
“Penutupan dan pembongkaran TPS ini merupakan wujud pelaksanaan program Kampung Bahagia, dengan fokus pada lingkungan yang bersih dan aman. Kalau wilayah ini tidak bersih, banyak hal yang akan ditimbulkan, salah satunya penyakit,” ujar Darmawansyah.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Kelurahan Thehok Pelda Edi Sutopo turut memberikan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam melakukan perubahan sistem pengelolaan sampah di tengah masyarakat.
Pelda Edi menegaskan bahwa TNI akan terus mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program OPBM serta gerakan Kota Jambi Bersih.
“TNI berkomitmen untuk selalu mendukung program pemerintah yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat, seperti yang dilakukan saat ini melalui sistem OPBM dan gerakan Kota Jambi Bersih,” kata Pelda Edi.
Ia menjelaskan, melalui sistem tersebut, sampah tidak lagi menumpuk di TPS pinggir jalan, melainkan diangkut langsung dari rumah warga menggunakan armada bentor yang disiapkan melalui program Kampung Bahagia.
“Dengan sistem OPBM, sampah akan dijemput dari rumah ke rumah dan kemudian ditransfer ke depo sampah untuk dikelola lebih lanjut,” jelasnya.
Menurut Pelda Edi, perubahan sistem tersebut membutuhkan dukungan dan kesadaran seluruh masyarakat. Pasalnya, meningkatnya jumlah penduduk dan perkembangan permukiman membuat keberadaan TPS di sejumlah lokasi tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus bertambah.
“Setiap kita adalah pejuang kebersihan. Sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita bersama. Dulu TPS masih bisa menampung sampah, namun seiring perkembangan permukiman dan jumlah penduduk, TPS yang ada tidak lagi mampu menampungnya. Karena itu, perlu perubahan konsep dan harus dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.
Penutupan TPS tersebut diharapkan tidak hanya mengubah pola pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong masyarakat untuk semakin disiplin menjaga kebersihan lingkungan dari tingkat rumah tangga.
Sinergi antara pemerintah, TNI, perangkat kelurahan, pengurus RT dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan sistem baru tersebut dapat berjalan secara konsisten.
Dengan penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, diharapkan lingkungan Kelurahan Thehok semakin bersih, sehat dan nyaman, sekaligus mendukung terwujudnya Kampung Bahagia dan Kota Jambi yang semakin bersih.



