*Tak Kenal Lelah, Babinsa Ibru Ajak Warga Wujudkan Desa Bebas Asap dan Karhutla.*
Muaro Jambi – Di tengah kondisi musim kemarau yang membuat lahan semakin kering dan mudah terbakar, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Babinsa Koramil 415-13/Sebapo, Kodim 0415/Jambi.
Salah satunya dilakukan Serma Hidayat, Babinsa yang membina wilayah Desa Ibru, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (7/9/2026). Ia kembali turun langsung ke tengah masyarakat untuk mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Dengan penuh kepedulian, Serma Hidayat menyampaikan bahwa kebiasaan membakar lahan, meskipun dilakukan dalam skala kecil, tetap memiliki risiko besar. Terlebih saat musim kemarau, kondisi lahan yang kering dan tiupan angin dapat membuat api dengan cepat merambat ke area lainnya.
“Berhentilah membakar lahan sembarangan. Api tidak punya mata. Ketika sudah membesar dan merambat, kita tidak tahu apa saja yang bisa menjadi korban. Asapnya pun bukan hanya dirasakan oleh orang yang membakar, tetapi seluruh masyarakat,” ujar Serma Hidayat.
Ia mengajak warga melihat langsung dampak yang dapat ditimbulkan dari kebakaran lahan. Lahan yang sebelumnya ditumbuhi tanaman dapat berubah menjadi hamparan abu, sementara asap hasil pembakaran dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta menurunkan kualitas udara.
“Lihatlah langit kita yang mulai kelabu karena asap pembakaran lahan. Asap itu bisa masuk ke rumah kita dan mengganggu kesehatan anak-anak maupun orang tua. Satu orang membakar, seluruh desa bisa merasakan dampaknya. Apakah ini yang kita inginkan?” katanya.
Menurutnya, mencegah Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat maupun pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan agar tetap aman, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering.
Serma Hidayat juga mengingatkan bahwa api yang awalnya dinyalakan dengan tujuan sederhana dapat berubah menjadi bencana apabila tidak terkendali. Tiupan angin dapat membuat kobaran api menjalar ke perkebunan, semak belukar hingga kawasan lainnya dan berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar.
“Menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran bukan hanya tugas Babinsa. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kalau kita saling mengingatkan dan peduli, potensi Karhutla bisa kita cegah sejak awal,” tegasnya.
Warga yang menerima imbauan tersebut menyambut baik pesan yang disampaikan Babinsa. Mereka menyadari bahwa dampak pembakaran lahan tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Serma Hidayat menegaskan akan terus melakukan pendekatan kepada masyarakat dan memberikan edukasi mengenai bahaya Karhutla. Ia berharap kesadaran warga semakin kuat sehingga Desa Ibru dapat terhindar dari kebakaran hutan dan lahan.
“Harapan kita sederhana, jangan sampai ada lagi warga yang membakar lahan sembarangan. Mari kita jaga lingkungan, jaga kesehatan dan saling mengingatkan. Dengan kepedulian bersama, Desa Ibru bisa tetap aman, hijau dan bebas dari asap Karhutla,” pungkasnya.



