Dukung Pemberdayaan Wilayah, Babinsa Danau Teluk Dorong Pengembangan Kampung Batik.
Jambi – Bintara Pembina Desa (Babinsa) merupakan ujung tombak pembinaan teritorial TNI yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kehadiran Babinsa tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat menjadi penggerak dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki wilayah.
Salah satunya dilakukan Babinsa Koramil 415-08/Danau Teluk Kodim 0415/Jambi, Serka Haryadi, yang memberikan dukungan terhadap program pemberdayaan wilayah melalui pengembangan Kampung Batik sebagai salah satu potensi ekonomi kreatif masyarakat, Kamis (17/9/2026).
Kampung Batik dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu kekuatan ekonomi lokal. Selain membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan pendapatan, pengembangan batik juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Serka Haryadi turut membangun komunikasi dan koordinasi bersama unsur pemerintah wilayah guna membahas pengembangan potensi Kampung Batik. Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Danau Teluk H. Alfin Jalil, S.H., beserta staf serta Kabid Perindustrian Kota Jambi Susi Susilawati, SE.
Serka Haryadi mengatakan, dukungan terhadap Kampung Batik merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam membantu mendorong pemberdayaan masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki wilayah binaannya.
“Potensi yang ada di wilayah perlu terus didorong agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kampung Batik tidak hanya berkaitan dengan hasil kerajinan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan budaya yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Serka Haryadi.
Menurutnya, keberadaan Kampung Batik juga menjadi ruang bagi para pelaku usaha mikro dan perajin untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kualitas produk serta memperluas pemasaran. Dengan dukungan berbagai pihak, produk batik lokal diharapkan mampu memiliki daya saing dan semakin dikenal masyarakat luas.
Ia juga mengajak para pelaku usaha dan perajin untuk terus menjaga kualitas serta mempertahankan ciri khas batik lokal. Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif akan lebih optimal apabila dibarengi dengan keterlibatan aktif masyarakat dan sinergi antara pemerintah, aparat kewilayahan serta pelaku usaha.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi para pelaku usaha mikro dan perajin batik agar terus mengembangkan produk lokal sehingga semakin dikenal luas. Di sisi lain, kita juga memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan budaya leluhur, karena batik merupakan salah satu identitas nasional yang memiliki nilai ekonomi sekaligus budaya,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Danau Teluk H. Alfin Jalil menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah wilayah, Babinsa dan masyarakat sangat diperlukan dalam mendukung pengembangan Kampung Batik. Komunikasi dan koordinasi yang terjalin diharapkan mampu memperkuat program pemberdayaan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Hal senada disampaikan Kabid Perindustrian Kota Jambi Susi Susilawati. Menurutnya, pengembangan potensi industri kreatif membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar para pelaku usaha dapat terus berkembang dan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Melalui dukungan dan pendampingan kewilayahan, Babinsa Danau Teluk terus mendorong masyarakat untuk aktif mengembangkan potensi yang dimiliki. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga batik sebagai warisan budaya yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.






