*Pasca Kebakaran, Babinsa Mestong Bersama Warga Pantau Bekas Lahan Terbakar di Nagasari.*
Muaro Jambi – Upaya mencegah kembali munculnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan meski api telah berhasil dipadamkan. Babinsa Koramil 415-13/Mestong Kodim 0415/Jambi, Serka Iim Fitriansyah, bersama warga Desa Nagasari, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, melakukan pemantauan di lokasi bekas kebakaran, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang masih tersisa dan berpotensi kembali memicu kebakaran. Pemantauan pascakebakaran dinilai penting karena kondisi lahan yang masih menyimpan panas dapat menjadi sumber munculnya api kembali apabila tidak diawasi.
Serka Iim Fitriansyah bersama warga menyusuri area yang sebelumnya terdampak kebakaran. Dengan penuh kewaspadaan, mereka memeriksa sejumlah bagian lahan, terutama area semak dan titik yang masih menunjukkan tanda-tanda bekas terbakar.
“Kita tidak boleh lengah. Bara yang tersembunyi bisa kembali memicu kebakaran. Karena itu, setiap bagian lahan harus kita periksa dan pastikan benar-benar aman,” tegas Serka Iim Fitriansyah.
Menurutnya, kewaspadaan tidak boleh berhenti setelah kobaran api berhasil dipadamkan. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk melakukan pemantauan secara bersama-sama dan segera melaporkan apabila kembali ditemukan asap, bara atau tanda-tanda munculnya api.
Kehadiran Babinsa bersama masyarakat dalam pemantauan tersebut juga menjadi bentuk sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan. Warga terlihat antusias mengikuti kegiatan dan bersama-sama memastikan kondisi lokasi bekas kebakaran tetap aman.
Dalam kesempatan itu, Serka Iim juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama selama kondisi kemarau masih berlangsung. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api dan tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Mari kita jaga bersama. Bumi kita ini rumah bersama, jangan kita rusakkan dengan tangan kita sendiri. Jangan sampai kelalaian kita kembali menimbulkan kebakaran,” ajaknya.
Ia menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian seluruh pihak. Babinsa bersama warga akan terus membangun komunikasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan di wilayah Desa Nagasari.
Pemantauan pascakebakaran tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan agar api tidak kembali muncul dan meluas. Dengan sinergi antara Babinsa dan masyarakat, diharapkan potensi Karhutla dapat dideteksi serta dicegah sejak dini sehingga lingkungan tetap aman dan terjaga.
Kepedulian masyarakat untuk ikut memantau kondisi lingkungan menjadi kekuatan penting dalam menjaga wilayah dari ancaman Karhutla. Semangat gotong royong dan kewaspadaan bersama diharapkan terus dipertahankan agar lahan yang terdampak dapat kembali pulih dan lingkungan tetap lestari.



