Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Babinsa Mekarsari Bersama Manggala Agni dan MPA Sosialisasi kepada Warga.
Muara Bulian, Jambi – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi salah satu ancaman serius, terutama saat memasuki musim kemarau. Selain dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, Karhutla juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, mengganggu aktivitas masyarakat serta merusak ekosistem.
Sebagai langkah pencegahan, Babinsa Desa Mekarsari, NES, Sertu Ahmad Jaiz dari Koramil 415-04/Muara Bulian Kodim 0415/Jambi bersama Bhabinkamtibmas, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melaksanakan sosialisasi tentang bahaya Karhutla kepada warga binaan, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan sosialisasi dilakukan secara langsung di rumah-rumah warga serta di sejumlah lahan perkebunan masyarakat di Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Manggala Agni dan MPA memberikan edukasi kepada masyarakat dan perangkat desa mengenai bahaya Karhutla, sekaligus mengingatkan adanya sanksi hukum bagi masyarakat yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Sertu Ahmad Jaiz menegaskan, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih pada musim kemarau ketika kondisi lahan dan vegetasi cenderung kering sehingga api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar, khususnya pada musim kemarau. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla,” tegas Babinsa.
Selain memberikan imbauan, petugas juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitar. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Babinsa juga membagikan lembaran peringatan kepada warga sebagai bahan edukasi dan pengingat agar masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Lembaran peringatan ini kami berikan kepada warga sebagai pengingat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan bersama-sama menjaga kelestarian hutan serta lingkungan,” ujar Sertu Ahmad Jaiz.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami bahaya dan dampak Karhutla serta berperan aktif dalam melakukan pencegahan sejak dini. Sinergi antara TNI, Polri, Manggala Agni, MPA dan masyarakat juga diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga wilayah dari ancaman Karhutla, khususnya selama musim kemarau





